"Biodata Siswa Peserta UN 2016/2017 akan diambil secara langsung dari DAPODIK DIKMEN (SMP, SMA dan SMK) dan DAPODIK DIKMAS (Paket B dan Paket C). Pastikan biodata siswa kelas akhir sekolah anda sudah benar dan valid. Untuk biodata siswa MTs, MA dan Ponpes sedang dikoordinasikan dengan Kemenag."

Mengajar di SMK Harus Saling Berkolaborasi !

Berikut ini tulisan status FB yang kami ambil dari sebuah grup SMK di Facebook. Status yang ditulis oleh Bapak Kusmadi dengan akun FB Kusmadi SmileCodes ini kiranya sangat bermanfaat bagi anda rekan pengajar SMK yang ingin siswa-siswinya berhasil melamar pekerjaan di industri maupun berwirausaha mandiri. Langsung saja kita simak statusnya berikut ini.
Cobtoh CV 1
Contoh CV 2
Dari kedua contoh curriculum vitae, manakah yang dapat digunakan untuk melamar pekerjaan di Industri?
Banyak siswa SMK yang membuat CV seperti pada contoh Curriculum Vitae 1 dan sangat jarang bahkan belum ada satupun siswa yang membuat Curriculum Vitae model 2. 

Pertanyaanya :
Bagaimana cara memperoleh pekerjaan yang mudah di industri?

Jawabanya :
Perbaiki dulu Curriculum Vitae yang Anda buat. Sekolah 3 tahun kok keterampilan yang dikuasai Cuma Bahasa Indonesia? Kita kan hidup di Indonesia, masak ga bisa Bahasa Indonesia? Sebaiknya keterampilan yang telah dipelajari dan dikuasai ditulis didalam Curriculum Vitae. Kenapa demikian?Karena industri tidak membutuhkan golongan darahmu, berat badanmu, hobimu, motto hidupmu apalagi berapa ukuran sepatumu.

Mereka membutuhkan SDM yang siap kerja dan itu dibuktikan dengan keterampilan yang dimiliki terlebih jika memiliki pengalaman kerja yang dilampiri dengan sertifikat resmi. Kenapa model Curriculum Vitae 1 banyak digunakan oleh siswa SMK, karena mereka tidak pernah mendapatkan bimbingan perihal tersebut.

Contoh yang paling mudah adalah ketika siswa terjun ke lapangan (kerja nyata), mereka kesulitan menjawab pertanyaan supervisor manakala menawarkan dagangan/jasa.

Bagaimana bisa menjawab, jika :
  1. Materi yang didapat hanya sebatas teori
  2. Proposal yang dibawa tidak layak digunakan
  3. Tidak dapat menunjukkan karya inovasi yang pernah dibuat meskipun hanya 1
  4. Dan tidak memiliki keterampilan komunikasi dengan baik

Nah, itulah mengapa :
  1. Mengajar di SMK harus saling kolaborasi.
  2. KWU sangat dibutuhkan dalam memberikan penguatan materi produktif.
  3. Seni Budaya pun sangat diperlukan siswa untuk melatih siswa lebih produktif agar rasa karsa dan keindahan dari setiap karya yang diciptakan berhasil dengan baik.
  4. Siswa perlu menerapkan ilmu komunikasi yang baik yang dapat dipelajari pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa asing lainya semisal Bahasa inggris, jadi Bahasa asing itu akan selalu menjadi asing jika hanya diajarkan didalam kelas.
  5. Perlunya jiwa kepahlawanan agar dapat menghargai pemikiran maupun karya orang lain dan itu dapat diperoleh pada mata pelajaran PPKn secara khusus.
  6. Diperlukan perjuangan yang tidak sebentar untuk menempa siswa SMK yang bermental baja, ini bisa didapat secara khusus pada mata pelajaran sejarah. Sebaiknya materi sejarah tidak hanya menceritakan kisah pahlawan saja tetapi ditujukan secara khusus untuk mengobarkan api semangat kepahlawanan dalam diri peserta didik untuk dapat menjadi insan yang tangguh, disiplin, sederhana dan pantang menyerah agar kelak mereka dapat memerdekakan negeri ini dengan menjadi tuan di negeri sendiri
  7. Agama, matematika dan fisika merupakan materi terpenting dalam membangun pribadi tangguh, berbudi pekerti luhur dan berwawasan luas.
  8. Jadi, tidak boleh menang-menangan sendiri karena seyogyanya semua mata pelajaran normatif dan adaptif itu ditujukan untuk membantu materi produktif agar siswa dapat memahami kompetensi keahlian yang dijalaninya dengan mudah dan tidak terbebani oleh tugas sekolah yang berbeda-beda dengan ke-egoan guru yang berbeda pula.
Semoga bermanfaat.. SMK Bisa SMK Hebat !

Masukan alamat email anda untuk mendapat berita terbaru dari www.smk-grobogan.net

0 Response to "Mengajar di SMK Harus Saling Berkolaborasi !"

Post a Comment