close

Info DAPODIKMEN Grobogan KLIK DISINI

Monday, July 21, 2014

Informasi Pemesanan Buku Kurikulum 2013

 Pelaksanaan Kurikulum 2013 Semester 1 TP 2014/2015 serta Pemesanan Buku Kurikulum 2013
Terkait dengan Pelaksanaan Kurikulum 2013 Semester 1 TP 2014/2015 serta Pemesanan Buku Kurikulum 2013 yang mulai datang ke sekolah baik di tingkat SD, SMP dan SMA/SMK berikut surat edaran dari Kemdikbud:

Menyusuli surat edaran bersama Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Nomor 4035/D/DM/2014 tanggal 30 Juni 2014 tentang Pelaksanaan Proses Pembelajaran Awal Tahun Pelajaran Baru 2014/2015, terutama dalam hal kesiapan pelaksanaan Kurikulum 2013, perlu kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. Kami mohon agar sekolah yang telah menerima Buku Kurikulum 2013 dapat segera menggunakan buku tersebut di dalam proses belajar mengajar di kelas sehingga para peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan sebaik-baiknya.

2. Bagi sekolah yang belum sepenuhnya menerima Buku Kurikulum 2013 dapat memanfaatkan sumber pembelajaran melalui Compact Disk (CD) Buku Kurikulum 2013 yang telah disampaikan ke sekolah-sekolah. Sambil menunggu diterima sepenuhnya Buku Kurikulum 2013, sekolah diperkenankan untuk membuat hardcopy secara terbatas untuk materi pelajaran yang benar-benar dibutuhkan pada awal tahun pelajaran saja. Tidak diperkenankan melakukan pencetakan dan penggandaan secara utuh setiap tema, setiap mata pelajaran, dan setiap CD untuk menghindari duplikasi.

3. Biaya yang timbul dari pembuatan hardcopy secara terbatas dimaksud dapat dibiayai dari BOS atau Bansos buku.

Kami mengharapkan pelaksanaan Kurikulum 2013 dapat dimulai dengan lancar melalu upaya koordinasi yang baik dari semua pihak sehingga di awal Tahun Pelajaran 2014 ini seluruh peserta didik dapat mengikuti proses belajar dengan sebaik-baiknya.

Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Berikut Surat Edaran Tersebut:
https://docs.google.com/file/d/0B5cVMztSPtE0NkJVUHQ2MW4zTEE/edit
Baca Selengkapnya...

Monday, July 14, 2014

Informasi LKS SMK Jawa Tengah 2014

Pelaksanaan LKS SMK XXIII Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014
Berikut ini informasi tentang Pelaksanaan LKS SMK XXIII Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 yang juga dapat anda lihat informasinya di : www.lkssmkjateng2014.com. Langsung saja kita lihat infonya berikut ini:

  1. LKS SMK XXIII Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 akan diselenggarakan di Eks Karisidenan Kedu yang dipusatkan di Kota Magelang.
  2. Pelaksanaan LKS SMK dimaksud akan dilaksanakan pada tanggal 12 s.d. 15 September 2014
  3. Informasi tentang LKS SMK XXIII Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 dapat dilihat pada website : http://lkssmkjateng2014.com
  4. Pendaftaran peserta dilaksanakan pada tanggal 1 s.d. 15 Agustus 2014 secara online ke Sekretariat LKS SMK Tingkat Provinsi Jateng di SMK Negeri 1 Magelang melalui:

  • Email : lksjateng2014.com:2096
  • Website : http://lkssmkjateng2014.com
  • Faximile : (0293)368821

Contact Person : Drs. Danang Susilandono (Dinas Pendidikan Kota Magelang : 08174100391), Drs. Puryanto (SMKN 1 Magelang : 0817279244) dan Drs. Yunantono (SMKN 1 Magelang : 08122780782)

Dalam LKS SMK Jawa Tengah 2014 ini akan dilombakan sebanyak 50 (lima puluh) mata lomba
Baca Selengkapnya...

Friday, July 11, 2014

Informasi Dapodikmen Tahun Ajaran Baru

Berikut ini informasi dari Bapak Sukari Sudarno yang kami kutip dari Grup Facebook Konsultasi Pendataan Pendidikan Menengah, langsung saja kita simak informasinya...
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat malam dan Salam sejahtera untuk Fasilitator dan operator DAPODIKMEN di seluruh Indonesia. Berikut ini saya sampaikan beberapa hal berkaitan dengan salah satu hasil evaluasi dapodikmen dan beberapa pertanyaan yang seringkali muncul tentang Peserta didik :

  1. Kapan kelulusan kelas XII tahun pelajaran 2013/2014 ?. Untuk informasi awal mulai dari review, TOT sampai dengan sosialisasi bahwa kelas XII diluluskan setelah ada tahun pelajaran baru dan saat memilih semester ganjil bisa dilakukan regristrasi dan Lulus sesuai dengan bulan dan tanggal. Namun banyak operator yang sudah terlanjur untuk meluluskan di tahun pelajaran 2013/2014 semester genap. kalau ada yang melakukan ini dan setelah di konsultasikan ternyata tidak ada masalah dan tidak perlu lagi dibatakan kelulusannya.
  2. Untuk Kenaikan kelas X dan Kelas XI menunggu referensi tahun pelajaran baru 2014/2015 diaktfikan oleh tim referensi pusat.
  3. Bagaimana dengan verval peserta didik di referesni PDSP, kok ada yang sudah bisa login dan ada yang belum bisa login ?. setelah saya konfirmasi ke tim pengembang verval peserta didik http://vervalpd.data.kemdikbud.go.id ternyata masih belum semua data di dapodikmen terintegrasi dan masih sebagaian saja yang tercopy. semoga segera ada update info selanjutnya.

Demikian informasi yang bisa saya share. semoga bermanfaat
Baca Selengkapnya...

Tuesday, July 8, 2014

Buku Siswa Simulasi Digital

Buku Simulasi Digital Kurikulum 2013
Berikut ini beberapa draft Buku Siswa Simulasi Digital 2014 yang mungkin bermanfaat bagi anda rekan-rekan guru KKPI SMK yang sedang belajar simulasi digital. File ini kami unduh dari ICT Center SMK Kabupaten Batang, terima kasih Pak Kardiono atas sharingnya.
Langsung saja kita lihat Silabus Simulasi Digital beserta buku-buku nya di link berikut ini:

https://drive.google.com/folderview?id=0ByrtauTmPYKtY2pwR0dlYXpHbDg&usp=sharing

Anda dapat mengunduhnya untuk di kembangkan di SMK masing-masing.
Semoga bermanfaat....
Baca Selengkapnya...

Full Installer, Patch, Updater Dapodikmen

Full Installer Patch Updater Dapodikmen
Berikut ini Penjelasan mengenai full installer, patch, dan Updater mungkin beberapa teman-teman operator ada yang sudah mengetahui pengertian dari kata diatas. disini kami akan coba menjelaskan semuanya beserta penggunaannya.

Full Installer jika sebelumnya operator belum pernah sama sekali memiliki aplikasi dapodikmen pada PC atau Laptop maka gunakanlah full installer. hal ini berlaku jika sudah pernah menginstal namun sudah teruninstal.

Patch berfungsi untuk memperbaiki bug bug yang ada pada versi yang sama. contoh: jika saat ini menggunakan aplikasi versi 8.0.0 kemudian ada patch 8.0.1, maka operator hanya tinggal mengunduh patch kemudian install . tidak perlu uninstal terlebih dahulu.hal ini dikarenakan patch hanya menambahkan beberapa perbaikan sesuai masukan dan saran bapak dan ibu operator sekalian.

Updater tidak berbeda jauh dengan patch, updater aplikasi adalah untuk peningkatan versi. jika rilis versi baru pada aplikasi dapodikmen maka operator mengunduh updater kemudian install. kenaikan tingkat versi hanya untuk 1 kenaikan. misal updater dapodikmen 8.0.1 untuk aplikasi dapodikmen 8.0.0 . dilarang untuk uninstal aplikasi jika ingin menggunakan updater.

Semoga Bermanfaat
sumber : http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id
Baca Selengkapnya...

Wednesday, July 2, 2014

Pelaksanaan PBM Awal Tahun 2014/2015

Mengingat awal tahun pelajaran 2014/2015 berdekatan dengan libur hari raya Idul Fitri 1435 maka untuk mengefektifkan kegiatan awal tahun pelajaran khususnya pada minggu pertama dan untuk mempersiapkan pelaksanaan Kurikulum 2013, maka diharapkan sekolah dapat:
1. Menyelenggarakan proses pembelajaran awal dalam bentuk pengisian diskusi/ceramah Ramadhan untuk memperkuat nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta membangun semangat persaudaraan secara bersama-sama di kalangan peserta didik;
2. Menyelenggarakan proses pembelajaran yang berorientasi pada penanaman nasionalisme, budi pekerti, dan penguatan pendidikan karakter peserta didik;
3. Khusus siswa kelas 1,7, dan 10 diisi dengan kegiatan pengenalan program, tata tertib kehidupan sosial dan pengenalan lingkungan sekolah;
4. Melakukan pengecekan kesiapan guru dan buku untuk memastiakan pelaksanaan Kurikulum 2013 dapat berjalan dengan baik.

Selengkapnya dapat anda lihat pada surat edaran berikut ini:

sumber: http://dikmen.kemdikbud.go.id/
Baca Selengkapnya...

Monday, June 30, 2014

Update Dapodikmen 8.0.0 ke 8.0.1

Berikut ini langkah-langkah untuk update dapodikmen dari versi 8.0.0 ke versi 8.0.1, karena mulai hari ini 1 Juli 2014 versi 8.0.0 sudah ada updatenya sehingga apabila anda membuka DAPODIKMEN akan muncul tampilan berikut ini:

Ada dua cara untuk update dapodikmen yaitu melalui file updater atau install ulang versi terbaru 8.0.1:

Cara update dengan file updater/patch
1. Pastikan sudah pernah install dapodikmen 8.0.0 dan patch patch yg pernah ada
2. Pastikan sudah mendapat updater, bisa didapat di http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id
3. Jalankan updater, hingga finish dan selesai
4. Buka dapodikmen, login pada semester yg sedang dikerjakan
5. Jika masih membaca versi lama, tekan CTRL+F5 pada keyboard
6. Lakukan validasi + sinkronisasi utk mendapatkan data referensi terbaru dari server pusat
7.Apabila server pada no. 2 lagi down,  updater 8.0.1 bisa diunduh dilink berikut :

https://docs.google.com/file/d/0ByrtauTmPYKtYmVMeVhEZ0RsZEk
atau di link berikut:
http://www.mediafire.com/download/5o48xxc53jt0n2j/updater_801.exe

Cara Install ulang versi terbaru (Untuk yang belum pernah install DAPODIKMEN sama sekali)
1. Pastikan anda telah melakukan sinkronisasi ke server
2. Uninstall versi lama, lanjutan dengan restart komputer anda
3. Download installer terbaru 8.0.1 di http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id
4. Install versi terbaru
5. Download prefill dengan kode registrasi dan letakan pada tempatnya...masih ingat khan?
6. Lakukan registrasi dan login, mulai lagi entry datanya..

Apabila update berhasil maka tampilan akan seperti di bawah ini:

File Instaler dan Updater yang resmi hanya di http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id , link-link di atas hanya untuk membantu teman2 apabila server lagi down, jadi usahakan sebisa mungkin file di dapat dari situs di atas.

Anda juga dapat membaca download-installer-dan-patch-dapodikmen

Banyak tragedi hilang data karena kesalahan pekerjaan DAPODIKMEN.
1. Gunakan Google chrome sebagai defauld browser
2. dapodikmen 8.0.0 anda harus sudah patch 002
3. Lakukan sinkronisasi hasil entri data anda
4. Lakuan UPDATE 8.0.1 bukan Instal 8.0.1 karena sudah instal 8.0.0
5. Instal 8.0.1 bagi yang belum sama sekali belum pernah insta Dapodikmen.
6. Jika login Dapodikmen selesai update 8.0.1 ternyata masih pada 8.0.0 jangan galau lakukan refress dengan tekan Ctrl+F5...


BEDAKAN ANTARA INSTAL 8.0.1 DAN UPDATE 8.0.1
1. Instal 8.0.1 bagi yang belum pernah instal Dapodikmen.
2. Jika anda sudah instal Dapodikmen 8.0.0 anda tinggal lanjutkan aja menggunakan UPDATE 8.0.1

Baca Juga Full Installer Patch Updater Dapodikmen

terima kasih semoga membantu....
Baca Selengkapnya...

Tuesday, June 24, 2014

Perhitungan Beban Kerja Guru

Berikut ini informasi dan Share dari Pak Ari Kuswara - TIm Dapodikmen Kebumen tentang Perhitungan Beban Kerja Guru ( Data Validasi PTK) / RUJUKAN PERHITUNGAN BEBAN KERJA GURU UNTUK MEMBANTU KELENGKAPAN PENGISIAN PTK
BEBAN KERJA GURU
semoga dapat bermanfaat dalam pengisisan Aplikasi DAPODIKMEN

(Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008)
1. Guru tanpa tugas tambahan adalah 24 s.d 40 jam tatap muka dalam 1 minggu (Psl 52 (2)), dilaksanakan minimal 6 jam tatap muka pada sekolah tempat tugas sebagai guru tetap (Psl 52 (3))
2. Guru yang mendapat tugas tambahan :
a) Kepala sekolah minimal 6 jam tatap muka dalam 1 minggu atau membimbing minimal 40 orang siswa bagi kepala sekolah yang berasal dari guru BK/konselor (Psl 54 (1))
b) Wakil kepala sekolah minimal 12 jam tatap muka dalam 1 minggu atau membimbing minimal 80 orang siswa bagi kepala sekolah yang berasal dari guru BK/konselor (Psl 54 (2))
c) Kepala program keahlian (SMK) minimal 12 jam tatap muka dalam 1 minggu (Psl 54 (3))
d) Kepala perpustakaan minimal 12 jam tatap muka dalam 1 minggu (Psl 54(2 )
e) Kepala laboratorium dan bengkel/unit produksi (SMK) minimal 12 jam tatap muka dalam 1 minggu (Psl 54 (5))
3. Guru BK membimbing minimal 150 siswa per tahun pada satu atau lebih sekolah (Psl 54 (5))
WAKIL KEPALA SEKOLAH
1. Jumlah wakil kepala sekolah maksimal 4 orang yang terdiri dari Urusan Kurikulum, Urusan Kesiswaan, Urusan Sarana Prasarana, dan Urusan Hubungan Masyarakat (Instrumen PK tugas tambahan guru pada Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010)
2. Berdasarkan Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 (Standar Pengelolaan) :
a) SD tidak memiliki wakil kepala sekolah
b) SMP memiliki 1 wakil kepala sekolah
c) SMA memiliki 3 wakil kepala sekolah (Kurikulum, Kesiswaan, dan Sarana Prasarana)
d) SMK memiliki 4 wakil kepala sekolah (Kurikulum, Kesiswaan, Sarana Prasarana, dan Hu- bungan Industri)
3. Berdasarkan SK Dirjen Dikdasmen Depdiknas RI Nomor 541/C.C3/Kep/MN/2004 tentang Pedoman Tipe SMP :
a) Tipe A (≥ 27 rombel) : memiliki 3 wakil kepala sekolah
b) Tipe A1 (24-26 rombel) : memiliki 2 wakil kepala sekolah
c) Tipe A2 (21-24 rombel) : memiliki 2 wakil kepala sekolah
d) Tipe B (18-20 rombel) : memiliki 2 wakil kepala sekolah
e) Tipe B1 (15-19 rombel) : memiliki 2 wakil kepala sekolah
f) Tipe B2 (12-14 rombel) : memiliki 1 wakil kepala sekolah
g) Tipe C (9-11 rombel) : memiliki 1 wakil kepala sekolah
h) Tipe C1 (6-8 rombel) : tidak memiliki wakil kepala sekolah
j) Tipe C2 (3-5 rombel) : tidak memiliki wakil kepala sekolah
4. Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 dan SK Dirjen Dikdasmen Depdiknas RI Nomor 541/C.C3/Kep/MN/2004 :
a) SMA/SMK memiliki 4 wakil kepala sekolah (Kurikulum, Kesiswaan, Sarana Prasarana, dan Hubungan Masyarakat)
b) SMP berdasarkan tipe sekolah :
(1) Tipe A (≥ 27 rombel) : memiliki 4 wakil kepala sekolah
(2) Tipe A1 (24-26 rombel) : memiliki 3 wakil kepala sekolah
(3) Tipe A2 (21-24 rombel) : memiliki 3 wakil kepala sekolah
(4) Tipe B (18-20 rombel) : memiliki 3 wakil kepala sekolah
(5) Tipe B1 (15-19 rombel) : memiliki 3 wakil kepala sekolah
(6) Tipe B2 (12-14 rombel) : memiliki 2 wakil kepala sekolah
(7) Tipe C (9-11 rombel) : memiliki 2 wakil kepala sekolah
(8) Tipe C1 (6-8 rombel) : memiliki 1 wakil kepala sekolah
(9) Tipe C2 (3-5 rombel) : memiliki 1 wakil kepala sekolah
c) SD tidak memiliki wakil kepala sekolah
KEPALA PERPUSTAKAAN
(Permendiknas Nomor 25 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah) Setiap sekolah/madrasah untuk semua jenis dan jenjang dapat mengangkat kepala perpustakaan, jika memiliki:
1. Tenaga perpustakaan sekolah/madrasah lebih dari satu orang, disepakati: minimal 1 orang
2. Rombongan belajar (rombel) lebih dari enam, disepakati: minimal 6 rombel
3. Koleksi minimal 1000 (seribu) judul materi perpustakaan, disepakati: minimal 500 judul
KETENTUAN KEPALA LABORATORIUM/BENGKEL
(Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana Prasarana)
SEKOLAH DASAR
1. Laboratorium IPA dapat memanfaatkan ruang kelas.
2. Sarana laboratorium IPA berfungsi sebagai alat bantu mendukung kegiatan dalam bentuk percobaan.
3. Setiap satuan pendidikan dilengkapi sarana laboratorium IPA
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
1. Ruang laboratorium IPA berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran IPA secara praktek yang memerlukan peralatan khusus.
2. Ruang laboratorium IPA dapat menampung minimum satu rombongan belajar
3. Rasio minimum luas ruang laboratorium IPA 2,4 m/peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 20 orang, luas minimum ruang laboratorium 48 m2 termasuk luas ruang penyimpanan dan persiapan 18 m2. Lebar minimum ruang laboratorium IPA 5 m.
4. Ruang laboratorium IPA dilengkapi dengan fasilitas untuk memberi pencahayaan yang memadai untuk membaca buku dan mengamati obyek percobaan.
5. Tersedia air bersih.
6. Ruang laboratorium IPA dilengkapi sarana
SEKOLAH MENENGAH ATAS
A. Ruang Laboratorium Biologi
1) Ruang laboratorium biologi berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran biologi secara praktek yang memerlukan peralatan khusus.
2) Ruang laboratorium biologi dapat menampung minimum satu rombongan belajar.
3) Rasio minimum ruang laboratorium biologi 2,4 m2/peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 20 orang, luas minimum ruang laboratorium 48 m2 termasuk luas ruang penyimpanan dan persiapan 18 m2. Lebar minimum ruang laboratorium biologi 5 m.
4) Ruang laboratorium biologi memiliki fasilitas yang memungkinkan pencahayaan memadai untuk membaca buku dan mengamati obyek percobaan.
5) Ruang laboratorium biologi dilengkapi sarana
B. Ruang Laboratorium Fisika
1) Ruang laboratorium fisika berfungsi se bagai tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran fisika secara praktek yang memerlukan peralatan khusus.
2) Ruang laboratorium fisika dapat menampung minimum satu rombongan belajar.
3) Rasio minimum ruang laboratorium fisika 2,4 m2/peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 20 orang, luas minimum ruang laboratorium 48 m2 termasuk luas ruang penyimpanan dan persiapan 18 m2 . Lebar ruang laboratorium fisika minimum 5 m.
4) Ruang laboratorium fisika memiliki fasilitas yang memungkinkan pencahayaan memadai untuk membaca buku dan mengamati obyek percobaan.
5) Ruang laboratorium fisika dilengkapi sarana
C. Ruang Laboratorium Kimia
1) Ruang laboratorium kimia berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran kimia secara praktek yang memerlukan peralatan khusus.
2) Ruang laboratorium kimia dapat menampung minimum satu rombongan belajar.
3) Rasio minimum ruang laboratorium kimia 2,4 m2 /peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 20 orang, luas minimum ruang laboratorium 48 m2 termasuk luas ruang penyimpanan dan persiapan 18 m2. Lebar ruang laboratorium kimia minimum 5 m.
4) Ruang laboratorium kimia memiliki fasilitas yang memungkinkan pencahayaan memadai untuk membaca buku dan mengamati obyek percobaan.
5) Ruang laboratorium kimia dilengkapi sarana
D. Ruang Laboratorium Komputer
1) Ruang laboratorium komputer berfungsi sebagai tempat mengembangkan keterampilan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi.
2) Ruang laboratorium komputer dapat menampung minimum satu rombongan belajar yang bekerja dalam kelompok @ 2 orang.
3) Rasio minimum luas ruang laboratorium komputer 2 m2/peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 15 orang, luas minimum ruang laboratorium komputer 30 m2. Lebar minimum ruang laboratorium komputer 5 m.
4) Ruang laboratorium komputer dilengkapi sarana
E. Ruang Laboratorium Bahasa
1) Ruang laboratorium bahasa berfungsi sebagai tempat mengembangkan keterampilan berbahasa, khusus untuk sekolah yang mempunyai Jurusan Bahasa.
2) Ruang laboratorium bahasa dapat menampung minimum satu rombongan belajar.
3) Rasio minimum ruang laboratorium bahasa 2 m2/peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 15 orang, luas minimum ruang laboratorium 30 m2. Lebar mi- nimum ruang laboratorium bahasa 5 m.
4) Ruang laboratorium bahasa dilengkapi sarana
Hal hal yang menyangkut Laboratorium
1. Di SMP/SMA/SMK jika terdapat laboratorium bahasa dan atau computer dapat diakui
2. Kepala Laboratorium diakui jika :
a. Memiliki ruangan laboratorium tersendiri
b. Memiliki sarana dan prasarana sesuai SPM
c. Memiliki/menyelenggarakan administrasi laboratorium, seperti struktur
d. organisasi, buku agenda praktik, daftar inventaris/bahan lab, jadwalpemakaian ruang
e. Memiliki laboran dan atau teknisi lab
PENAMBAHAN JAM PELAJARAN
1. Penambahan jam pelajaran sesuai Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tetang Standar Isi maksimal 4 (empat) jam untuk seluruh mata pelajaran.
2. Penambahan jam pelajaran berdasarkan kepentingan siswa (peserta didik) dan dilakukan setelah melalui analisis konteks.
3. Penambahan jam pelajaran harus dimuat dalam dokumen kurikulum, memuat alasan penambahan jam diikuti perubahan jam dalam struktur kurikulum, silabus, dan RPP

Baca Selengkapnya...

Seragam Sekolah Menurut Permendikbud no 45 tahun 2014

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 45 Tahun 2014, tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Dikeluarkannya Permendikbud ini karena masih adanya persoalan mengenai penggunaan seragam di beberapa daerah. Harus dipastikan siapapun yang akan sekolah jangan sampai dipermasalahkan mengenai seragam sekolah, khususnya penggunaan seragam sebagai identitas keagamaan,” ungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Mohammad Nuh saat menyampaikan kepada media dikantornya, Senin (09/06/2014).

Mendikbud mengatakan, dalam Pemendikbud ini jenis seragam dibagi tiga, yaitu seragam nasional, seragam sekolah, dan seragam kepramukaan. “Yang ditambahkan dalam seragam nasional itu adalah bendera merah putih, diletakan di dada kiri atas kantong saku. Kita ingin betul menanamkan kecintaan terhadap merah putih. Sebagai identitas diri bahwa kita ini adalah siswa dan siswi Indonesia,” tutur Mendikbud.

Pada Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 ini menjelaskan penetapan pakaian seragam sekolah memiliki 4 tujuan. yaitu pertama, untuk menanamkan dan menumbuhkan rasa nasionalisme, kebersamaan, serta memperkuat persaudaraan sehingga dapat menumbuhkan semangat kesatuan dan persatuan di kalangan peserta didik.

Kedua, meningkatkan rasa kesetaraan tanpa memandang kesenjangan sosial ekonomi orang tua atau wali peserta didik. Ketiga, meningkatkan disiplin dan tanggung jawab peserta didik serta kepatuhan terhadap peratuan yang berlaku. Serta keempat, menjadi acuan bagi sekolah dalam menyusun tata tertib dan disiplin peserta didik, khususnya yang mengatur seragam sekolah.

Pakaian seragam nasional dikenakan pada hari Senin, Selasa, dan pada hari lain saat pelaksanaan upacara bendera. Selain hari-hari tersebut, peserta didik dapat mengenakan pakaian seragam kepramukaan atau pakaian seragam khas sekolah yang diatur oleh masing-masing sekolah.

”Bagi sekolah yang melanggar ketentuan dalam Permendikbud ini akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku. Namun sebelumnya akan diklarifikasi terlebih dahulu kepada pihak sekolah mengapa pelanggaran tersebut bisa terjadi,” tegas Mendikbud. Sumber berita www.kemdikbud.go.id
Permendikbud no 45 tahun 2014



Lampiran 1



Lampiran 2

Baca Selengkapnya...

Friday, June 20, 2014

Toyota Rekrut Alumni SMK

Dikutip dari metrotvnews.com, berikut ini informasinya: PT Toyota Astra Motor (Toyota) menjalin kerja sama dengan 57 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di 28 provinsi di Indonesia demi memenuhi kebutuhan tenaga teknisi.

"Setiap tahun kita merekrut sedikitnya 7% dari total 5.700 siswa dalam program kerja sama Toyota dan SMK," kata Direktur PT Toyota Astra Motor Samuel Manasseh di Cikarang, Senin (16/6/2014).

Menurut dia program tersebut juga merupakan bentuk pertanggungjawaban sosial Toyota kepada masyarakat.

Kerja sama yang dijalin dengan SMK tersebut dilakukan dengan cara melakukan penyusunan kurikulum mengajar khusus untuk siswa supaya siap terjun sebagai teknisi.

Menurut Samuel, berbagai peralatan praktikum kelas otomotif di SMK tersebut juga telah dipersiapkan pihaknya dengan spesifikasi sesuai yang digunakan di dunia industri saat ini.

"Para tenaga pengajarnya pun telah disertifikasi setelah mengikuti pelatihan yang kami selenggarakan," katanya.

Bahkan untuk SMK yang termasuk Toyota Technical Education Program, Toyota juga memberikan satu unit kendaraan Toyota untuk dipelajari dan menjadi bahan praktikum para siswa.

Sementara itu, Division Head TTC Sri Agung Handayani menambahkan, program kerja sama dengan SMK yang dijalin sejak tahun 1991 itu telah menghasilkan ribuan teknisi Toyota.

Per tahun, sekitar 300 hingga 400 siswa SMK peserta program kerja sama ini direkrut sebagai teknisi Toyota.

"Namun, mereka bergabung setelah mereka menjalani pelatihan lebih lanjut di TTC serta mengikuti program magang di sejumlah outlet Toyota," ucapnya.

Sri mengakui persentase siswa yang direkrut sebagai teknisi Toyota memang tak sebanding dengan jumlah siswa yang setiap tahun antusiasmenya terus meningkat.

Akan tetapi pihaknya berkomitmen meningkatkan persentase tersebut karena Toyota tak bisa memenuhi kebutuhan teknisi andal hanya dari para pencari kerja awam. (Ant 16/6/14)
Sumber:
(Metrotvnews.com)

Baca Selengkapnya...

Komentar Terbaru